SOSIALISASI PELAKSANAAN ORI (Outbreak Response Imunization) di Kecamatan Robatal

Penanggulangan penyakit difteri mendapat hambatan akibat keterbatasan pengetahuan warga. Warga Jawa Timur, khususnya yang berada di kawasan Tapal Kuda, masih menganggap semua jenis pemberian vaksin atau imunisasi adalah haram karena mengandung babi.

Kepala Dinas Kesehatan, Sampang, dr. Firman Pria Abadi, MM, menyebut, pencegahan difteri pada dasarnya dapat dilakukan dengan vaksinasi. Program Pemerintah itupun sudah dilakukan secara rutin dan murah. Sayangnya, banyak kalangan antipati vaksinasi dengan berbagai alasan.

“Di Jatim kenapa (angka difteri) masih tinggi? Karena banyak yang tidak mau divaksinasi. Ada yang bilang mengandung babi. Itu tidak betul ujarnya di acara Pertemuan Lintas Sektor dan Tokoh Masyarakat Se Kecamatan Robatal tentang SOSIALISASI PELAKSANAAN ORI (Outbreak Response Imunization).

Dr. Firman Pria Abadi, MM menyebut, pada prinsipnya lebih baik melakukan pencegahan dari pada terserang difteri. Sebab, pengobatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik itu untuk obat maupun perawatan di ruang isolasi. Justru yang penting pencegahan pada masyarakat, diimbau masyarakat melakukan vaksinasi.

Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan, lanjutnya, mestinya gencar melakukukan sosialisasi pentingnya vaksinasi. Bila perlu, itu dilakukan hingga lingkup sekolah. Jika terdapat anak yang tidak punya kartu vaksinasi, maka itu wajib dirujuk ke Puskemas untuk dilakukan vaksin.

“Kita imbau semua anak-anak yang masuk sekolah punya kartu vaksinasi, kalau tidak punya maka harus dirujuk ke puskesmas untuk dapatkan vaksinasi sehingga penyakit difteri tidak terjangkit di Indonesia. Sebenarnya bisa di nol kan asal masyarakat bersedia lakukan vaksinasi,” tuturnya.

Totok, selaku kepala puskesmas robatal mengatakan selama setahun terakhir, pihaknya menemukan 3  spasien difteri, yang sudah dirujuk ke Surabaya walaupun pasien tersebut mendapatkan sakit difteri dari luar pulau setelah dilakukan pemeriksaan swab.

Tekad kita Sampang harus NOL kasus penyakit Difteri, ujarnya sambil menutup acara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *